Dari Doa ke Roda Ekonomi: UMKM Lokal Tumbuh Bersama Kegiatan Haul Akbar
- Feb 11, 2026
- KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
- Ekonomi dan Sosial, Keagamaan, Kemasyarakatan
Tempeh Tengah, KIM - Pelaksanaan Haul Akbar Dusun Kampung Baru dan Dusun Sukorejo tidak hanya menghadirkan suasana religius yang khidmat, tetapi juga membawa dampak positif bagi geliat ekonomi masyarakat setempat. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tampak memanfaatkan momentum pengajian umum tersebut dengan membuka lapak dagangan di sekitar area pemakaman umum, menghadirkan beragam kuliner dan produk lokal yang diminati jamaah, Rabu (11/2/2026).
Sejak sore hari, deretan tenda sederhana mulai dipadati pengunjung yang datang sebelum maupun sesudah mengikuti rangkaian doa bersama. Aneka makanan siap saji menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang hadir dari berbagai wilayah. Kehadiran UMKM ini tidak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi bagi warga dua dusun.
Salah satu pelaku UMKM, Yanto, mengaku bersyukur dapat berjualan di tengah kegiatan haul akbar. Ia membawa berbagai olahan makanan rumahan yang disiapkan siang pagi bersama keluarganya. Menurutnya, momentum kegiatan keagamaan seperti ini memberikan kesempatan besar bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas.
“Alhamdulillah, dagangan cukup ramai. Selain mencari rezeki, kami juga merasa ikut meramaikan acara warga. Suasananya hangat karena pembeli juga datang dengan niat baik,” ungkapnya.
Ketua panitia kegiatan, Cipto, menjelaskan bahwa kehadiran UMKM memang menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal tanpa mengurangi kekhusyukan acara. Penataan area lapak dilakukan secara tertib agar jamaah tetap nyaman mengikuti pengajian umum.
“Kami ingin kegiatan haul ini membawa manfaat yang luas, bukan hanya secara spiritual tetapi juga ekonomi. Dengan adanya UMKM, warga bisa merasakan dampak langsung dari keramaian acara,” jelasnya.
Para pengunjung pun menyambut positif keberadaan lapak UMKM di sekitar lokasi. Fatimah, salah satu jamaah, mengaku senang karena bisa menikmati berbagai kuliner lokal setelah mengikuti pengajian. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu menghidupkan suasana sekaligus membantu perekonomian warga.
“Setelah ikut doa bersama, kami bisa sekalian membeli makanan untuk keluarga. Rasanya lebih lengkap karena acara ini tidak hanya menenangkan hati, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Keberadaan UMKM dalam Haul Akbar Kampung Baru dan Sukorejo menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi lokal. Dari lantunan doa hingga ramainya lapak dagangan, warga merasakan kebersamaan yang utuh, sebuah harmoni antara nilai spiritual dan semangat gotong royong dalam menguatkan roda ekonomi desa. (KIM Permata Abadi/Dn).