Haul Akbar Kampung Baru dan Sukorejo Digelar: Pesan Kebersamaan dan Kebaikan Sosial Ditanamkan

  • Feb 11, 2026
  • KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
  • Keagamaan, Kemasyarakatan

Tempeh Tengah, KIM - Semangat kebersamaan kembali terasa dalam pelaksanaan pengajian umum Haul Akbar yang diselenggarakan oleh masyarakat Dusun Kampung Baru dan Dusun Sukorejo. Bertempat di area pemakaman umum kedua dusun, kegiatan ini menjadi momen spiritual yang sarat makna, menggabungkan doa untuk para leluhur sekaligus penguatan nilai sosial di tengah kehidupan bermasyarakat, Rabu (11/2/2026).

Ratusan jamaah dari berbagai kalangan tampak hadir sejak awal acara. Suasana yang tenang di kawasan pemakaman berubah menjadi ruang ibadah yang khusyuk, dipenuhi lantunan dzikir dan shalawat. Warga memaknai haul akbar bukan hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat keimanan bersama.

Pengajian umum menghadirkan KH. Badri Munawwar Saifurizal, pengasuh Pondok Pesantren Tanwirul Ulum Umbulsari, Jember. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk senantiasa menanamkan sikap husnudzon kepada Allah SWT dan menjaga hubungan baik antar sesama manusia. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan keagamaan akan melahirkan lingkungan sosial yang lebih harmonis.

“Hidup ini akan terasa ringan ketika kita mampu berprasangka baik kepada Allah dan saling memperlakukan sesama dengan kasih sayang. Kebaikan kecil yang kita lakukan bisa menjadi amal besar di sisi-Nya,” ungkapnya.

Salah satu panitia pelaksana, Samsul, menjelaskan bahwa persiapan haul akbar dilakukan secara gotong royong oleh warga Kampung Baru dan Sukorejo. Mulai dari penataan lokasi hingga konsumsi jamaah, seluruhnya dikerjakan bersama sebagai bentuk nyata solidaritas masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama warga. Alhamdulillah, semua pihak terlibat aktif sehingga acara berjalan dengan lancar dan tertib,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang tetap bertahan hingga rangkaian acara selesai. Salah seorang warga, Sholeh, mengaku merasa tersentuh dengan pesan-pesan yang disampaikan dalam pengajian. Ia menilai haul akbar menjadi ruang untuk menenangkan hati sekaligus mempererat hubungan sosial yang kadang terlupakan di tengah kesibukan sehari-hari.

“Selain mendoakan para pendahulu, kita juga diingatkan untuk lebih peduli satu sama lain. Rasanya hangat sekali melihat warga berkumpul dalam suasana seperti ini,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh penceramah, diiringi suasana hening yang penuh harap. Bagi masyarakat Kampung Baru dan Sukorejo, haul akbar bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen untuk terus menjaga nilai spiritual dan kebaikan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui pelaksanaan pengajian umum ini, warga berharap tradisi religius yang telah diwariskan turun-temurun dapat terus terjaga, sekaligus menjadi penguat persaudaraan yang membawa manfaat bagi generasi selanjutnya. (KIM Permata abadi/Dn).