Pembangunan Plengsengan Dusun Krajan Timur, Langkah Nyata Pemerintah Desa Tempeh Tengah Jaga Ekosistem Pertanian

  • Nov 09, 2025
  • Fandy
  • Infrastruktur

Tempeh Tengah, KIM - Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sektor pertanian, Pemerintah Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, terus berinovasi melalui pembangunan infrastruktur yang berpihak pada kebutuhan masyarakat tani. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pembangunan plengsengan saluran air di Dusun Krajan Timur RT 15 RW 02, yang dilaksanakan pada Minggu (9/10/2025).

Pembangunan plengsengan ini berfungsi memperkuat saluran irigasi dan menahan tebing agar tidak mudah longsor atau terkikis air. Selain itu, langkah ini juga merupakan bagian dari strategi pemerintah desa untuk menjaga ekosistem pertanian agar tetap berfungsi secara alami tanpa merusak keseimbangan lingkungan sekitar.

Kepala Desa Tempeh Tengah, Mohamad Mansyursah, menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem pertanian di wilayahnya.

“Kami ingin memastikan pertanian di Desa Tempeh Tengah tetap produktif dan berkelanjutan. Dengan adanya plengsengan, aliran air bisa teratur, tanah tidak mudah tergerus, dan lahan pertanian warga tetap subur,” ungkap Mansyursah.

Sementara itu, Faisol Bahri, Kepala Dusun Krajan Timur, menambahkan bahwa pembangunan plengsengan ini merupakan hasil dari musyawarah bersama warga yang menilai pentingnya menjaga saluran air agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan di area persawahan.

“Pemerintah desa merespons cepat aspirasi warga. Plengsengan ini sangat dibutuhkan karena sebelumnya tebing saluran air sering terkikis. Kini kondisinya lebih aman dan air mengalir lancar,” ujar Faisol Bahri.

Dukungan positif juga datang dari Sumarso (65), salah satu petani palawija dan padi di kawasan tersebut. Ia menilai pembangunan plengsengan sangat membantu dalam menjaga kestabilan lahan pertanian.

“Dulu saat hujan deras, sebagian tanah sawah kami sering terkikis. Sekarang dengan adanya plengsengan, air bisa diatur dengan baik, tidak merusak lahan, dan tanaman tumbuh lebih baik,” tutur Sumarsono.

Pembangunan plengsengan ini dilakukan dengan sistem padat karya, melibatkan tenaga warga sekitar sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi sekaligus memperkuat nilai gotong royong di lingkungan desa. Melalui pembangunan ini, Pemerintah Desa Tempeh Tengah berharap ekosistem pertanian tetap terjaga, produktivitas petani meningkat, dan kesejahteraan masyarakat terus tumbuh sejalan dengan pembangunan desa yang berkelanjutan.