Warga Kebonan Tersenyum: Jalan Menuju Masjid Tak Lagi Becek
- Sep 25, 2025
- Fandy
- Infrastruktur
Tempeh Tengah, KIM - Kamis (25/09/2025), suasana berbeda terasa di Dusun Kebonan Desa Tempeh Tengah. Anak-anak yang biasanya harus berjalan hati-hati melewati jalan becek menuju Masjid Al-Istiqomah, kini bisa melangkah ringan di atas paving baru yang tersusun rapi. Suara sandal beradu dengan permukaan paving seolah menjadi musik baru di dusun ini, menggantikan cipratan lumpur yang kerap menemani langkah mereka selama bertahun-tahun.
Bagi warga Kebonan, jalan menuju masjid bukan sekadar akses fisik, melainkan bagian dari keseharian, terutama saat sore menjelang magrib ketika anak-anak berbondong-bondong mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Dulu, setiap musim hujan, jalan tanah yang sempit itu berubah menjadi kubangan lumpur. Tidak jarang, anak-anak tergelincir, bahkan pulang dengan pakaian penuh cipratan tanah.
Subandi (62) atau kerap disapa Bapak Balaq, Ketua RW setempat, masih ingat jelas bagaimana keluhan warga sering muncul di tiap pertemuan kampung. "Kalau hujan deras, jalan ini seperti sungai kecil. Anak-anak ngaji jadi susah lewat, orang dewasa juga harus hati-hati kalau mau ke masjid. Kadang ada yang akhirnya muter jauh. Jadi sejak lama warga berharap ada perbaikan," ujarnya.
Harapan itu akhirnya terjawab tahun ini. Kepala Desa Tempeh Tengah, Mohamad Mansyursah, yang beberapa waktu lalu berjanji akan memperbaiki jalan menuju masjid, menepati ucapannya. Program pavingisasi pun terealisasi, dimulai pekan ini kamis (25/09).
Menurut Mansyursah, pembangunan ini memang menjadi prioritas karena menyangkut akses ibadah dan kegiatan sosial warga. "Saya sering mendengar keluhan warga soal jalan ke masjid. Saya pikir, kebutuhan ini bukan sekadar fisik, tapi menyangkut kenyamanan beribadah dan pendidikan agama anak-anak kita. Jadi ketika ada anggaran tersedia, pavingisasi jalan ke Masjid Al-Istiqomah kami dahulukan," jelasnya.
Kini, sepanjang sekitar 200 meter jalan menuju masjid telah dipaving. Warga menyambutnya dengan rasa syukur. Bahkan, ada yang rela ikut membantu tukang menyusun batu paving, sekadar sebagai bentuk gotong royong. Uun Triyono, Kepala Dusun Kebonan, mengaku lega dan bangga melihat warganya bahagia.
"Rasanya plong sekali. Saya sebagai kepala dusun ikut menyaksikan sejak awal bagaimana warga berharap besar. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa dirasakan manfaatnya. Anak-anak bisa berangkat ngaji tanpa takut kotor, orang tua bisa ke masjid dengan nyaman. Ini bukan hanya pembangunan jalan, tapi pembangunan rasa kebersamaan," ujarnya.
Jika dilihat sepintas, pavingisasi hanyalah pekerjaan fisik menyusun batu beton agar jalan lebih kokoh. Namun, di mata warga Kebonan, jalan ini adalah simbol perubahan. Ia mencerminkan perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan kecil yang berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari.
Kini, menjelang maghrib, suasana di jalan menuju Masjid Al-Istiqomah terasa lebih hidup. Anak-anak berlarian sambil membawa Al-Qur’an kecil mereka, tanpa khawatir terjatuh. Para orang tua menyusul dengan langkah mantap. Senyum mereka terlihat lebih lepas, seakan jalan baru ini membuka ruang baru untuk tumbuh.
Meski jalan menuju masjid kini mulus, warga tetap berharap perhatian pemerintah desa berlanjut ke titik-titik lain di Kebonan. Ada jalan-jalan kecil yang masih berbatu dan rawan licin ketika musim hujan tiba. Subandi menambahkan, "Kami senang sekali dengan pembangunan ini. Mudah-mudahan ke depan jalan-jalan lain juga mendapat giliran. Kalau semua jalan bagus, aktivitas warga pasti lebih lancar," jelasnya.
Kepala Desa Mansyursah pun menegaskan bahwa pembangunan tidak akan berhenti di sini. "Desa kita luas, kebutuhan banyak. Tapi pelan-pelan kita kerjakan. InsyaAllah dengan kerja sama pemerintah dan warga, semua bisa kita wujudkan," katanya dengan optimistis.
Malam itu, setelah salat Isya di Masjid Al-Istiqomah, sekelompok warga duduk di teras masjid sambil berbincang santai. Topik obrolan mereka sederhana, tentang jalan baru yang kini mereka nikmati. Sesekali terdengar tawa ringan - tawa lega yang lahir setelah penantian panjang.
Di Dusun Kebonan, jalan menuju masjid bukan lagi sekadar jalur tanah berlumpur. Ia kini menjadi jalur harapan, jalur kebersamaan, dan jalur menuju masa depan yang lebih baik.