Ateran Bergelora dalam Grebeg Maulid Nabi: Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan Kebersamaan dan Syukur

  • Sep 21, 2025
  • Fandy
  • Keagamaan

Tempeh Tengah, KIM - Ratusan warga Ateran Desa Tempeh Tengah, sebuah desa yang terletak di kaki lereng semeru selatan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tumpah ruah dalam perayaan Grebeg Maulid Nabi yang meriah pada hari ini. Minggu, (21/09/2025). Acara tahunan ini bukan hanya menjadi ajang pesta rakyat, tetapi juga simbol kebersamaan dan ungkapan syukur atas berkah bumi yang melimpah.
 
Grebeg Maulid Nabi, yang diadakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, dimulai dengan kirab gunungan yang berisi hasil bumi dari para petani setempat. Gunungan tersebut diarak keliling dusun, diiringi oleh musik tradisional gamelan, pawai lampion yang menghiasi jalanan sepanjang dusun ateran serta 9 Gunungan yang diarak keliling berisikan hasil bumi dan macam-macam snack sebelum akhirnya diperebutkan oleh warga yang hadir.
 
"Grebeg Maulid Nabi ini adalah wujud syukur kami atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Hasil bumi yang melimpah ini adalah berkat yang harus kami syukuri bersama," ujar Mansyursah, Kepala Desa Tempeh Tengah dalam sambutannya.
 
Selain kirab gunungan, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai sound system dan lampion yang mewarnai keikutsertaan pawai keliling dusun. Warga dari berbagai usia tampak antusias mengikuti setiap kegiatan yang diadakan.
 
Achadiyah (47), mengungkapkan kegembiraannya bisa ikut serta dalam perayaan Grebeg Maulid Nabi tahun ini. "Saya sangat senang bisa melihat dan merasakan langsung kebersamaan dalam acara ini. Semoga tradisi ini terus dilestarikan," katanya.
 
Perayaan Grebeg Maulid Nabi di Dusun Ateran tidak hanya menjadi daya tarik bagi warga setempat, tetapi juga menarik perhatian warga dari dusun lain. Banyak dari mereka yang datang untuk menyaksikan langsung keunikan dan kemeriahan acara ini.
 
Dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam, Grebeg Maulid Nabi di Dusun Ateran berhasil menjadi perayaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar warga. Tradisi ini diharapkan akan terus hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Ateran.