Sawah Kini Dialiri Energi Matahari: Desa Tempeh Tengah Hadirkan Alat Tenaga Surya untuk Pertanian

  • May 12, 2026
  • KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
  • Pemerintahan, Infrastruktur, Kemasyarakatan

Tempeh Tengah, KIM - Langkah maju kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Tempeh Tengah dalam mendukung kesejahteraan petani dan kemajuan desa. Kini, alat tenaga surya yang difungsikan untuk membantu pengairan lahan pertanian di wilayah sekitar desa telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan masyarakat, Selasa (12/5/2026).

Keberadaan alat tenaga surya tersebut menjadi angin segar bagi para petani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air pertanian secara lebih efektif dan efisien. Dengan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaga utama, sistem ini mampu membantu proses pengairan sawah tanpa ketergantungan penuh terhadap bahan bakar maupun listrik konvensional.

Pembangunan fasilitas ini juga menjadi salah satu bentuk inovasi desa dalam memanfaatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat. Tidak hanya modern, penggunaan tenaga surya juga dinilai mampu menekan biaya operasional pertanian sehingga dapat membantu meringankan beban para petani.

Kepala Desa Tempeh Tengah, Mohamad Mansyursah, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan alat tersebut. Menurutnya, pertanian menjadi sektor penting yang harus terus didukung agar hasil produksi masyarakat semakin meningkat. “Alhamdulillah, alat tenaga surya untuk kebutuhan pengairan pertanian sudah selesai dibuat. Ini merupakan ikhtiar bersama agar para petani lebih mudah mendapatkan pasokan air untuk sawah mereka. Harapannya tentu dapat membantu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Proses pembangunan alat tenaga surya ini juga mendapat dukungan dan apresiasi dari masyarakat sekitar. Banyak warga menilai bahwa inovasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa desa terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kebutuhan utama masyarakat.

Selain membantu pengairan sawah, fasilitas ini diharapkan mampu menjadi contoh pemanfaatan energi bersih di tingkat desa. Pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi dinilai lebih hemat, berkelanjutan, dan cocok diterapkan di wilayah pertanian yang membutuhkan pasokan air secara rutin.

Antusiasme warga pun terlihat saat alat mulai diuji coba. Para petani berharap keberadaan fasilitas ini dapat menjadi solusi jangka panjang, terutama saat musim kemarau tiba ketika kebutuhan air meningkat. Dengan adanya dukungan teknologi tenaga surya, proses pertanian diharapkan menjadi lebih lancar, produktif, dan efisien.

Melalui inovasi ini, Desa Tempeh Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun desa yang maju, mandiri, dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Semangat gotong royong dan pemanfaatan teknologi tepat guna menjadi bukti bahwa desa mampu terus berkembang demi mendukung masa depan pertanian yang lebih baik. (KIM Permata Abadi-Dn).