Bahas Kesiapan MBG, BUMDes Srikandi Tempeh Tengah Mantapkan Peran sebagai Pemasok Bahan Pangan Lokal
- Nov 19, 2025
- KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
- Ekonomi dan Sosial, Pemerintahan, Ketahanan Pangan
Tempeh Tengah, KIM — Dalam upaya memperkuat peran desa dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BUMDes Srikandi Tempeh Tengah turut menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Peran BUMDes dalam Program MBG yang diselenggarakan pada Rabu (19/11/2025) di Ruang Pertemuan Gedung PKK Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini diprakarsai oleh Sekretariat Daerah, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, serta Korwil SPPG, dan menjadi forum penting bagi BUMDes untuk memantapkan kontribusinya dalam penyediaan bahan pangan lokal bergizi.
Rapat dibuka dengan pemaparan mengenai peranan strategis BUMDes dalam mendukung perekonomian desa dan ketahanan pangan. Mulai dari memberikan keuntungan bagi desa, mengkonsolidasi produk usaha masyarakat, menciptakan lapangan kerja, hingga menyediakan layanan yang belum dijangkau pemerintah, semua menjadi poin penting yang diperkuat dalam diskusi.
Namun demikian, forum ini juga mengurai berbagai tantangan yang masih dihadapi BUMDes dalam mendukung kebutuhan MBG. Permasalahan seperti belum terdaftar di E-Katalog LKPP, belum lengkapnya legalitas usaha (badan hukum, NPWP, NIB sektor pangan), hingga kendala modal untuk pengelolaan pangan bergizi menjadi catatan bersama yang harus segera dibenahi.
Pada kesempatan ini, BUMDes Srikandi Tempeh Tengah menyampaikan komitmennya untuk mengembangkan salah satu unit usaha prioritas, yakni peternakan bebek untuk meningkatkan ketersediaan telur bebek sebagai bahan pangan lokal. Pengembangan ini ditujukan agar BUMDes dapat memasok telur bebek ke SPPG Tempeh Tengah sebagai bagian dari kebutuhan penyusunan menu bergizi MBG.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan narasumber dari Dinas Perikanan (Yuli) dan Dinas Pertanian (Retno) yang menegaskan bahwa desa wajib mengalokasikan 20% Dana Desa untuk ketahanan pangan, serta bahwa unit usaha BUMDes harus produktif, legal, dan memenuhi standar mutu agar dapat masuk dalam rantai pasok MBG. Pemerintah daerah juga menekankan bahwa BUMDes tidak harus memproduksi semuanya sendiri, namun dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal atau unit usaha BUMDes lainnya.
Selain mengembangkan peternakan bebek, BUMDes Srikandi juga didorong untuk memperkuat kelembagaan, mengurus pendaftaran AHU, meningkatkan kapasitas SDM, serta melakukan pengkajian potensi desa sebagai langkah menuju kesiapan menjadi pemasok pangan.
Kegiatan ini memberikan arah yang jelas bagi BUMDes Srikandi Tempeh Tengah dalam penguatan perannya. Rencana pengembangan peternakan bebek menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan bahan makanan bergizi di tingkat desa. Selain itu, rapat ini memperkuat koordinasi antara BUMDes, dinas teknis, dan SPPG sehingga proses legalitas, standardisasi produk, dan pembangunan kapasitas dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Dengan kesiapan ini, BUMDes Srikandi diharapkan mampu menjadi salah satu pemasok lokal yang mendukung kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Tempeh Tengah.