Dari Lumpur ke Paving: Jalan Baru Dusun Kebonan Hadirkan Harapan Baru
- Sep 25, 2025
- Fandy
- Infrastruktur
Tempeh Tengah, KIM - Sore itu, cahaya matahari yang merayap pelan di antara pepohonan tampak memantul di permukaan paving baru yang mengilap di Dusun Kebonan, Desa Tempeh Tengah. Jalan yang dulu hanya berupa tanah lumpur kini berubah wajah menjadi rapi, bersih, dan nyaman dilalui. Anak-anak tampak berlarian sambil bercanda, sementara orang tua berjalan santai menuju Masjid Al-Istiqomah, Kamis (25/09/2025). Ada rona lega dan bahagia di wajah-wajah mereka, sebuah perasaan yang lahir setelah bertahun-tahun menanti.
Warga Kebonan masih ingat jelas, bagaimana jalan menuju masjid dan permukiman sering menjadi persoalan besar setiap musim hujan. Lumpur menempel di kaki, sepatu, dan roda kendaraan. Bahkan, tak jarang motor harus didorong beramai-ramai untuk bisa melewati jalur itu.
“Kalau dulu musim hujan, kami sering merasa putus asa. Jalan licin, anak-anak pulang mengaji bajunya penuh noda lumpur. Rasanya berat sekali, padahal jalannya hanya menuju masjid dan rumah-rumah sekitar,” kenang Kodir, Ketua RT 52, sembari tersenyum kecil mengingat masa lalu.
Namun, di balik keluhan itu, tersimpan doa dan harapan yang tak pernah padam. Warga meyakini, suatu saat akses itu akan diperbaiki, sehingga jalan menuju rumah ibadah dan pusat aktivitas sosial bisa lebih layak. Harapan warga itu akhirnya sampai ke telinga pemerintah desa. Uun Triyono, Kepala Dusun Kebonan, adalah salah satu tokoh yang paling sering mendengar keluhan masyarakat. Baginya, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan denyut kehidupan.
“Setiap kali musyawarah dusun, warga selalu mengusulkan perbaikan jalan. Saya memahami betul, karena jalur ini penting sekali. Bukan hanya untuk lewat sehari-hari, tapi juga untuk ibadah, untuk anak-anak mengaji, bahkan kegiatan sosial lain,” jelasnya.
Usulan itu kemudian diperjuangkan hingga masuk dalam program prioritas pembangunan desa. Mohamad Mansyursah, Kepala Desa Tempeh Tengah, memastikan aspirasi warga Kebonan tidak berhenti di kertas proposal. Tahun ini, janji itu diwujudkan menjadi pavingisasi jalan di Dusun Kebonan dimulai.
“Kami selalu berusaha menepati apa yang menjadi kebutuhan pokok warga. Jalan ini termasuk penting karena akses menuju masjid. Alhamdulillah, sekarang sudah bisa terealisasi. Ini bentuk komitmen kami, bahwa pembangunan harus hadir di titik-titik yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Kades Mansyur dengan tegas.
Kehadiran paving baru ini disambut hangat oleh warga. Rasa syukur tercermin dari cara mereka bercerita. Bagi Chandra (29), seorang pemuda yang tinggal tak jauh dari masjid, jalan baru ini adalah berkah yang nyata.
“Sekarang kalau ke masjid rasanya lebih ringan. Anak-anak bisa jalan tanpa takut jatuh, motor pun tidak perlu didorong lagi kalau habis hujan. Kami merasa benar-benar terbantu. Terima kasih kepada pemerintah desa dan semua pihak yang sudah mewujudkan ini,” ujar Chandra penuh antusias.
Lebih dari itu, jalan baru ini memberi semangat baru bagi warga untuk semakin rajin beribadah dan berkegiatan bersama. Setiap sore, suara sandal kecil anak-anak yang melangkah di atas paving terdengar beriringan dengan tawa mereka menuju pengajian. Sebuah pemandangan yang dulu kerap diwarnai wajah muram karena lumpur.
Bagi warga Kebonan, pavingisasi ini lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur. Jalan baru ini adalah simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus wujud nyata dari kekompakan warga yang tidak pernah lelah menyuarakan aspirasinya.
“Kalau kita bicara pembangunan, memang banyak yang bisa dikerjakan. Tapi ketika warga merasakan langsung manfaatnya, di situlah pembangunan benar-benar hidup. Jalan ini sekarang jadi bukti, dari lumpur kita bisa menuju harapan,” kata Uun Triyono menegaskan.
Kini, setiap kali adzan berkumandang dari Masjid Al-Istiqomah, langkah kaki warga Kebonan terasa lebih ringan. Jalan yang dulu becek kini rapi, dan setiap batu paving yang tertata seolah menjadi simbol doa yang akhirnya dikabulkan.
“Pembangunan ini memang fisik, tapi dampaknya ke hati. Kami ingin warga semakin mudah dalam beribadah, semakin kuat rasa persaudaraannya, dan semakin yakin bahwa pemerintah dan masyarakat bisa berjalan beriringan,” tambah M. Mansyursah.
Di Dusun Kebonan, sebuah jalan sederhana telah mengubah banyak hal. Dari lumpur yang dulu menguji kesabaran, kini menjadi paving yang membawa harapan. Sebuah cerita kecil dari desa, tapi sarat makna tentang kesungguhan, kebersamaan, dan syukur.