Desa Religius Dimulai dari Guru Ngaji: Pemdes Fokus Penguatan SDM Keagamaan
- Oct 03, 2025
- Doni
- Keagamaan
Tempeh Tengah, KIM - Pemerintah Desa Tempeh Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter masyarakat yang religius. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memberikan perhatian khusus kepada para guru ngaji, yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan agama di desa, Jumat (3/10/2025).
Melalui program pembagian buku rekening bagi guru ngaji, Pemerintah Desa Tempeh Tengah berupaya memastikan penyaluran insentif berlangsung lebih mudah, aman, dan transparan. Program ini bukan hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga bentuk apresiasi atas peran besar para ustaz dan ustazah dalam mendidik generasi muda agar berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kuat.
Kepala Desa Tempeh Tengah, Mohamad Mansyursah, menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) keagamaan menjadi salah satu prioritas dalam visi desa. “Kami ingin desa ini tumbuh tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai agama. Karena itu, guru ngaji adalah bagian penting dari pembangunan desa religius yang kita cita-citakan,” ungkapnya.
Guru ngaji di berbagai dusun pun menyambut positif program ini. Mereka menilai perhatian pemerintah desa merupakan dorongan besar yang membuat semangat semakin kuat untuk terus mengabdi. Salah seorang ustadzah, Rike, menyampaikan rasa syukurnya: “Alhamdulillah, insentif ini menambah motivasi kami untuk istiqomah mendidik anak-anak mengaji, mengajarkan akhlak, dan menanamkan nilai keagamaan sejak dini,” ujarnya.
Selain insentif, pemerintah desa juga merencanakan program penguatan kapasitas guru ngaji melalui pelatihan dan forum silaturahmi keagamaan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran, sekaligus memperkuat jaringan antar guru ngaji di Tempeh Tengah.
Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah desa, diharapkan generasi muda Tempeh Tengah tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, religius, dan berakhlak mulia. Desa religius yang diimpikan bukan hanya slogan, tetapi terwujud melalui kerja nyata bersama, dimulai dari penguatan peran guru ngaji.