Dr. Ima Rifiyanti Bekali Warga Tempeh Tengah dengan Pengetahuan Kegawatdaruratan Kesehatan
- Oct 03, 2025
- Melinda Yulia Agatha
- Kesehatan
Tempeh Tengah, KIM – Pemerintah Desa Tempeh Tengah bersama Puskesmas Tempeh menggelar pelatihan penanganan kegawatdaruratan kesehatan di Balai Desa Tempeh Tengah, Jumat (3/10/2025). Narasumber kegiatan, dr. Ima Rifiyanti, memberikan pembekalan kepada warga, perangkat desa, serta anggota Pokja IV Desa Siaga mengenai pertolongan pertama dalam berbagai kondisi darurat medis.
Dalam penyampaiannya, dr. Ima menjelaskan pentingnya bantuan hidup dasar, termasuk langkah pertolongan pertama pada korban pingsan yang disebabkan terhambatnya suplai oksigen ke otak. Ia menegaskan bahwa tindakan cepat untuk memaksimalkan suplai oksigen ke otak melalui manipulasi peredaran darah sangat krusial agar korban segera pulih.
Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai Resusitasi Jantung Paru (RJP), yang dilakukan ketika napas atau denyut jantung seseorang berhenti. “Tujuan RJP adalah mengalirkan darah ke seluruh tubuh sehingga oksigen tetap sampai ke otak dan jantung,” jelas dr. Ima. Jika tersedia Automatic External Defibrillator (AED) di lokasi, alat tersebut dapat digunakan setelah RJP untuk membantu memicu kembali denyut jantung korban.
Materi pelatihan juga mencakup penanganan pada kondisi darurat lain, seperti luka bakar, pendarahan, cedera kepala, patah tulang, terkilir, gigitan ular, serangga beracun, hingga keracunan makanan. “Semua ini perlu dipahami agar masyarakat mampu memberikan pertolongan pertama secara tepat sebelum korban mendapat perawatan medis lanjutan,” imbuhnya.
Kepala Desa Tempeh Tengah, Mohamad Mansyursah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Desa Siaga dari Kabupaten Lumajang pada 10 Oktober mendatang. “Kami ingin warga, terutama Pokja IV, benar-benar siap menghadapi situasi darurat kesehatan. Pelatihan ini tidak hanya untuk Monev, tetapi untuk keselamatan bersama di lingkungan desa,” ungkapnya.
Dengan adanya pembekalan ini, warga Tempeh Tengah diharapkan semakin sigap dan terlatih dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Pelatihan ini juga menjadi bukti keseriusan pemerintah desa dalam meningkatkan kapasitas masyarakat demi terciptanya Desa Siaga yang tangguh dan berdaya.