Eksplorasi Potensi Ekonomi dan Wisata BUMDes Srikandi, PPK Ormawa ITB Widya Gama Lumajang Siapkan Desa Tempeh Tengah Tembus Nasional

  • Feb 20, 2026
  • KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
  • Ketahanan Pangan, Kepemudaan, Kepedulian

Tempeh Tengah, KIM - Semangat kolaborasi antara generasi muda dan desa kembali terlihat melalui langkah nyata Tim PPK Ormawa dari Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang. Dalam rangka penjajakan program pengusulan potensi desa ke tingkat nasional, tim melakukan survei langsung ke unit usaha BUMDes Srikandi serta destinasi wisata Sumber Tyo yang menjadi aset unggulan Desa Tempeh Tengah, (20/2/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari tahapan awal pemetaan potensi desa, baik di sektor ekonomi maupun pariwisata. Di BUMDes Srikandi, tim meninjau peternakan bebek yang saat ini masih berada pada tahap pengembangan awal. Meski skalanya belum besar, keberadaan peternakan tersebut dinilai memiliki prospek strategis sebagai wujud ketahanan pangan desa sekaligus peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, di sektor pariwisata, Sumber Tyo menyimpan daya tarik alam yang asri dan berpotensi dikembangkan lebih optimal. Namun, jumlah kunjungan yang masih relatif minim menunjukkan perlunya strategi pengelolaan dan promosi yang lebih terarah agar wisata desa mampu bersaing dan dikenal lebih luas.

Salah satu mahasiswa tim PPK Ormawa, Vellin, menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar observasi, melainkan langkah awal merancang program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Kami melihat potensi yang sangat besar di Desa Tempeh Tengah, baik dari sisi ekonomi melalui peternakan bebek maupun dari sektor wisata. Sebagai pemuda, kami ingin berkontribusi nyata dengan membantu mengembangkan potensi ini agar bisa naik kelas dan dikenal hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan manajemen, branding, serta strategi pemasaran menjadi poin penting yang akan dikaji lebih lanjut oleh tim.

Dosen pembimbing PPK Ormawa, Latifa, menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk kompetisi atau pengusulan administratif semata, tetapi juga sebagai upaya pendampingan yang berdampak jangka panjang.

“Pengembangan desa harus berbasis potensi lokal dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin mahasiswa hadir sebagai mitra strategis yang membantu desa mengoptimalkan asetnya, baik di bidang ketahanan pangan maupun pariwisata. Harapannya, Desa Tempeh Tengah bisa menjadi model desa berkembang yang mampu menembus level nasional,” jelasnya.

Melalui sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pemerintah desa, eksplorasi ini diharapkan menjadi titik awal transformasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing. Dengan langkah terarah dan kolaborasi yang solid, Desa Tempeh Tengah optimistis dapat melangkah lebih jauh, membawa nama desa ke panggung nasional. (KIM Permata Abadi / Mlnda)