Gencarkan Pencegahan Stunting, 90 Balita Tempeh Tengah Dapat Asupan PMT Bergizi
- Dec 01, 2025
- KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
- Kesehatan
Tempeh Tengah, KIM -Upaya pencegahan stunting terus digencarkan oleh Kader posyandu bersama Puskesmas Tempeh melalui kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita. Sebanyak 90 balita menerima menu PMT bergizi sebagai bagian dari pemenuhan gizi harian untuk mendukung tumbuh kembang optimal, Senin (1/12/2025).
Kegiatan PMT kali ini menghadirkan sajian sehat berupa kroket kentang, ragoût ayam, dan buah semangka, yang diracik khusus agar memenuhi kebutuhan nutrisi balita sekaligus menjadi menu yang mudah disukai anak-anak. Kroket kentang dipilih sebagai sumber karbohidrat yang lembut dan mudah dikonsumsi balita, sementara rogout ayam menjadi sumber protein hewani berkualitas tinggi yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak. Buah semangka turut melengkapi menu sebagai sumber vitamin, mineral, dan cairan alami untuk menjaga hidrasi anak.
Bidan Desa, Sumihartini, menyampaikan bahwa pemilihan menu PMT didasarkan pada nilai gizi dan keamanan pangan bagi anak usia dini. “Menu yang kami siapkan bukan hanya lezat, tetapi juga padat gizi. Ini penting untuk mencegah kekurangan gizi dan membantu pertumbuhan balita tetap berada pada jalur yang sesuai dengan usianya,” ujarnya.
Pemberian PMT ini merupakan salah satu strategi penting dalam program percepatan penurunan stunting di wilayah Desa Tempeh Tengah. Melalui pemantauan rutin, edukasi gizi, dan pemberian menu sehat, diharapkan balita dapat mencapai pertumbuhan yang ideal serta terhindar dari risiko gizi buruk.
“Stunting harus dicegah sejak dini. Dengan rutin memantau kondisi anak dan memberikan PMT bergizi, kita bersama-sama membangun generasi Tempeh yang lebih sehat dan kuat,” jelas Susi Agustina Mansyursah, Ketua TP PKK Desa Tempeh Tengah.
Kegiatan PMT di Desa Tempeh Tengah berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Sinergi antara kader posyandu, tenaga kesehatan Puskesmas Tempeh, serta antusiasme orang tua menjadi modal penting dalam upaya menjaga kesehatan balita di wilayah tersebut. (KIM Permata Abadi/Doni).