Jalan Menuju Masjid Al-Istiqomah Kini Dipaving, Warga Kebonan Sambut dengan Rasa Syukur
- Sep 25, 2025
- Fandy
- Infrastruktur
Tempeh Tengah, KIM - Kamis pagi (25/09/2025), langit di atas Dusun Kebonan masih berwarna abu-abu sisa hujan malam. Udara lembap, tanah di tepi jalan masih menyimpan aroma khas tanah basah. Namun ada satu hal yang berbeda yakni jalan utama menuju Masjid Al-Istiqomah kini tidak lagi menjadi kubangan lumpur. Paving berwarna abu-abu tersusun rapi, memantulkan cahaya lampu jalan yang baru menyala.
Di jalan itu, anak-anak berlarian menuju masjid dengan sandal jepit mereka. Tidak ada lagi langkah hati-hati agar tidak tergelincir, tidak ada lagi baju dan celana belepotan tanah saat pulang mengaji. Suara sandal yang beradu dengan paving kini menjadi irama baru yang mengiringi sore di Kebonan.
Bagi warga Kebonan, jalan menuju Masjid Al-Istiqomah bukan sekadar jalur biasa. Ia adalah denyut kehidupan. Setiap sore, ia menjadi rute anak-anak kecil belajar membaca Al-Qur’an. Setiap malam, ia menjadi jalur bapak-bapak menuju jamaah isya. Namun selama bertahun-tahun, jalan itu lebih sering jadi sumber keluhan.
"Kalau musim hujan, jalan itu bisa berubah jadi lautan lumpur," kenang Uun Triyono, Kepala Dusun Kebonan. "Anak-anak kadang sampai jatuh, orang tua yang mau ke masjid juga kesusahan. Kami sudah lama memimpikan jalan ini dibenahi," tambahnya.
Mimpi itu akhirnya terwujud. Kepala Desa Tempeh Tengah, Mohamad Mansyursah, yang kerap mendengar aspirasi warga Kebonan dalam berbagai musyawarah desa, menepati janjinya. Pada tahun anggaran 2025 ini, pavingisasi jalan menuju Masjid Al-Istiqomah menjadi prioritas utama.
"Kami sadar betul bahwa akses jalan ke masjid adalah kebutuhan mendasar. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi pembangunan kenyamanan warga dalam beribadah," kata Mansyursah. "Saya bersyukur akhirnya janji ini bisa diwujudkan. Warga Kebonan berhak mendapatkan akses yang layak," tegasnya.
Bagi warga, jalan yang kini rapi itu bukan hanya memudahkan langkah, tapi juga menumbuhkan rasa syukur. Tokoh agama setempat, Furedy (58), menyebut pembangunan jalan ini sebagai wujud keberkahan. "Masjid adalah pusat kehidupan umat. Dengan jalan yang bagus, jamaah bisa datang lebih tenang, anak-anak bisa belajar lebih semangat. Ini nikmat yang wajib kita syukuri," ucapnya dengan suara lirih, penuh haru.
Ia menambahkan, jalan ini bukan hanya soal batu paving yang tersusun, tetapi juga simbol perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan spiritual masyarakatnya. Suasana pembangunan beberapa hari lalu masih segar di ingatan warga. Sebagian dari mereka ikut turun tangan, membantu para tukang, sekadar mengangkat paving atau menyiapkan konsumsi.
"Ada semangat kebersamaan yang tumbuh. Kami tidak hanya menunggu, tapi juga ikut serta. Karena jalan ini milik kita semua," ujar Uun Triyono.
Kini, setiap sore menjelang maghrib, jalan menuju Masjid Al-Istiqomah tampak lebih ramai. Anak-anak melangkah lebih cepat, orang tua lebih nyaman, dan suasana masjid pun semakin hidup. Warga percaya, jalan baru ini akan menambah semangat mereka dalam meramaikan kegiatan ibadah dan sosial.
"Dulu kami sering mengeluh kalau jalan becek. Sekarang keluhan itu berganti dengan rasa syukur. Semoga ke depan, jalan-jalan lain di dusun juga bisa menyusul," tambah Furedy.