Olahan Jahe dari Pawon Urip Warnai Inovasi Warga Dusun Krajan Timur Gang Kartini

  • Feb 08, 2026
  • KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
  • Kemasyarakatan, Ketahanan Pangan

Tempeh Tengah, KIM — Pemanfaatan pawon urip di Dusun Krajan Timur Gang Kartini terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tanaman jahe yang ditanam bersama di pekarangan kini berkembang menjadi berbagai produk olahan khas yang mulai dikenal sebagai unggulan warga. Inisiatif ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membuka peluang kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, Minggu (8/2/2026).

Berawal dari kebiasaan menanam jahe untuk kebutuhan dapur, warga kemudian mencoba mengolah hasil panen menjadi aneka produk bernilai tambah. Dari tangan-tangan kreatif masyarakat lahirlah sirup jahe, opak gambir, cethilan jahe, hingga jenang jahe yang memiliki cita rasa khas. Proses pengolahan dilakukan secara sederhana namun tetap memperhatikan kebersihan dan kualitas bahan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama, terutama bagi ibu-ibu yang aktif di lingkungan dusun. Selain berbagi resep dan teknik pengolahan, warga saling mendukung dalam proses produksi hingga pengemasan. Suasana kebersamaan tersebut membuat pawon urip tidak hanya berfungsi sebagai kebun, tetapi juga sebagai pusat aktivitas produktif warga.

Salah satu warga, Merla (31), mengungkapkan bahwa inovasi olahan jahe muncul dari keinginan memanfaatkan hasil panen secara maksimal. “Kami ingin jahe yang ditanam di pawon urip punya nilai lebih. Dari situ muncul ide membuat berbagai olahan supaya bisa dinikmati banyak orang dan menjadi ciri khas dusun,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini membawa dampak positif bagi lingkungan sosial masyarakat. Warga menjadi lebih kompak, sekaligus termotivasi untuk terus merawat pawon urip agar tetap produktif sepanjang waktu. Melalui inovasi tersebut, Dusun Krajan Timur Gang Kartini menunjukkan bahwa program pawon urip mampu menjadi penggerak perubahan, tidak hanya menghadirkan lingkungan yang hijau, tetapi juga melahirkan produk lokal yang berpotensi berkembang sebagai identitas desa dalam mendukung program Desa Berseri. (KIM Permata Abadi/Dn).