Peduli Lingkungan, Karang Taruna Tempeh Tengah Tegakkan Aturan Larangan Menangkap Ikan di Sumbertiyo

  • Nov 16, 2025
  • Fandy Achmad Yunianto
  • Wisata Alam

Tempeh Tengah, KIM - Karang Taruna Bhirawa Anoraga Desa Tempeh Tengah menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dengan melakukan pemasangan papan imbauan larangan menangkap ikan di kawasan Sumbertiyo, Minggu (16/11/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk menegakkan aturan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem air.

Sumbertiyo dikenal sebagai salah satu titik sumber air penting yang mengalir ke area pertanian warga. Namun dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas memancing maupun menjala oleh oknum warga mulai dikeluhkan karena dinilai dapat mengganggu keseimbangan populasi ikan dan kebersihan sumber air.

Kepala Desa Tempeh Tengah, M. Mansyursah (47), mengapresiasi aksi nyata para pemuda Karang Taruna dalam menjaga sumber daya alam desa.
“Langkah ini merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi. Sumbertiyo adalah aset bersama yang harus dijaga. Dengan adanya imbauan resmi, kami berharap masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga ekosistem air demi kepentingan jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, pemuda Karang Taruna, Johan Maulana (21), menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar pemasangan papan, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat.
“Kami ingin mengingatkan warga bahwa menjaga sumber air bukan hanya tugas pemerintah. Larangan menangkap ikan ini dibuat demi kelestarian ekosistem. Jika ikan dan sumber air terjaga, manfaatnya akan kembali ke masyarakat sendiri,” ungkapnya.

Johan (21), juga menambahkan bahwa Karang Taruna akan terus memantau kondisi area Sumbertiyo dan memastikan tidak ada aktivitas penangkapan ikan yang melanggar aturan. Ke depan, mereka berencana melakukan kegiatan lanjutan seperti pembersihan area sumber air dan kampanye lingkungan bersama warga sekitar.

Melalui gerakan ini, Karang Taruna Tempeh Tengah berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga sumber-sumber alam desa, sehingga Sumbertiyo tetap bersih, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.