Pelatihan Pengolahan Telur Asin Dorong Pemberdayaan Kader dan Pengembangan Produk Olahan Desa

  • Nov 22, 2025
  • KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
  • Ekonomi dan Sosial, Ketahanan Pangan

Tempeh Tengah, KIM — Upaya meningkatkan kapasitas kader perempuan desa terus dilakukan TP PKK Desa Tempeh Tengah. Salah satunya melalui Pelatihan Pengolahan Telur Asin yang digelar pada Sabtu (22/11/2025) di rumah Ibu Ratna, pengrajin telur asin di Desa Kedungpakis, Kecamatan Pasirian. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan teknik pengolahan telur asin yang benar, tetapi juga mendorong pemberdayaan kader dalam menciptakan produk olahan bernilai ekonomi bagi desa. 

Pelatihan dimulai dengan penjelasan detail tentang bahan utama, yaitu air dan garam krosok, dengan perbandingan 3 liter air dan 1 kilogram garam untuk merendam hingga 90 telur bebek. Peserta juga belajar teknik pengecekan kualitas telur, cara membersihkan kulit telur tanpa merusaknya, hingga memastikan air garam benar-benar dingin sebelum digunakan.

Ibu Ratna selaku narasumber menekankan pentingnya ketelitian. “Yang paling penting itu kebersihan dan kesabaran. Kalau air rendaman menghitam, itu tanda ada telur buntes. Harus cepat dipisahkan supaya tidak merusak telur lainnya,” jelasnya sambil menunjukkan contoh langsung kepada peserta.

Ia juga memberikan pengetahuan tambahan mengenai perbedaan karakter telur bebek. Telur berwarna putih lebih cepat mengasinkan karena kulitnya lebih tipis dibanding telur berwarna biru. Setelah proses perendaman selama 9–12 hari, peserta mempraktikkan metode pengukuran, cara terbaik agar telur asin menghasilkan tekstur yang kering dan tidak berair.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para kader mencoba langsung setiap tahap yang diajarkan, mulai dari membuat larutan garam, menata telur dalam wadah rendaman, hingga proses akhir pengukusan telur asin. Suasana penuh tanya jawab dan antusiasme tampak mendominasi jalannya pelatihan.

Ketua TP PKK Desa Tempeh Tengah, Susi Agustina, menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat kader yang mengikuti kegiatan ini.

“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk menambah keterampilan ibu-ibu. Tidak hanya berguna untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha bersama untuk desa,” ujarnya dengan penuh semangat. 

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Desa Tempeh Tengah, Ika Nurhayati, yang turut hadir mendampingi kegiatan.

“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung pengembangan produk olahan seperti ini. Kalau kader sudah bisa memproduksi telur asin secara mandiri, ke depan bisa menjadi produk unggulan desa yang membantu perekonomian masyarakat,” tuturnya. 

Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan inspirasi baru bagi kader untuk menciptakan inovasi dalam pengolahan pangan lokal. Di samping itu, produk telur asin hasil pelatihan ke depan berpotensi dipasok untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat.

Melalui kegiatan ini, kader TP PKK menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan desa dapat menjadi motor penggerak perkembangan produk olahan lokal. Dengan keterampilan yang terus diasah, Desa Tempeh Tengah semakin siap menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis potensi desa, dari telur bebek menjadi peluang besar bagi kesejahteraan masyarakat. (KIM Permata Abadi/Melinda).