Peringati Malam Jum’at Legi, Warga Tempeh Tengah Gelar Ngaji Bersama di Mushola Kyai Romli

  • Jul 17, 2025
  • Siti Zuhria

Tempeh Tengah, KIM – Masyarakat Jawa dan Madura memiliki tradisi yang masih hidup hingga kini, salah satunya adalah penghormatan terhadap malam Jum’at Legi atau Jum’at Manis. Malam ini dipandang sebagai waktu yang sakral dan penuh keberkahan, sehingga banyak dimanfaatkan untuk melakukan amalan ibadah seperti mengaji, membaca shalawat, hingga ziarah kubur.

Memaknai malam istimewa ini, Kepala Desa Tempeh Tengah Mohamad Mansyursah bersama mahasiswa KKN Universitas Jember dan pemuda Karang Taruna menggelar kegiatan ngaji bersama di Mushola Kyai Romli, Dusun Krajan Timur, Kamis malam (17/07/2025). Kegiatan ini menjadi momen mempererat kebersamaan sekaligus memperdalam nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam suasana khusyuk, para peserta bersama-sama membaca Al-Qur’an dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sejalan dengan salah satu hadits yang menyebutkan keutamaan hari Jumat:
"Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya. Karena shalawat kalian akan ditujukan kepadaku,” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Nasa’i).

Kepala Desa Tempeh Tengah, Mohamad Mansyursah, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kearifan lokal seperti malam Jum’at Legi sebagai sarana membentuk karakter masyarakat yang religius, hormat pada tradisi, dan terhubung dengan nilai-nilai spiritual.

“Dengan menghidupkan tradisi mengaji di malam Jum’at Legi, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tapi juga mewariskan nilai luhur kepada generasi muda,” ujarnya.

Kegiatan ngaji bersama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an warga, sekaligus menumbuhkan generasi yang tak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat dalam pemahaman agama.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain menambah kedekatan dengan Sang Pencipta, ini juga mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an kita agar lebih baik,” ujar salah satu peserta mahasiswa KKN.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi ngobrol santai antara perangkat desa, mahasiswa, dan para pemuda, menandai semangat kolaborasi yang hangat dalam menjaga tradisi dan memperkuat nilai keagamaan di Desa Tempeh Tengah.