Petani Tempeh Tengah Bergerak Bersama! Poktan Pancer Tirto II Praktik Langsung Pengendalian Hama Tikus Demi Selamatkan Hasil Panen
- Jul 21, 2026
- KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
- Pemerintahan, Kemasyarakatan
Tempeh Tengah, KIM – Komitmen menjaga produktivitas pertanian ditunjukkan Kelompok Tani (Poktan) Pancer Tirto II, Desa Tempeh Tengah, dengan menggelar sosialisasi sekaligus praktik pembuatan media pengendalian hama tikus di rumah Ketua Poktan, Suri, pada Selasa (21/07/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota Poktan Pancer Tirto II dan didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Tempeh Tengah, Nanda Sinatrya. Dalam praktiknya, para petani diajarkan cara meracik dan menyiapkan media pengendalian hama tikus menggunakan bahan yang tepat sebagai langkah pengendalian dini sebelum serangan hama meluas di areal persawahan.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pencampuran bahan, pengemasan, hingga teknik penempatan media pengendalian agar lebih efektif menekan populasi tikus di lahan pertanian.
PPL Desa Tempeh Tengah, Nanda Sinatrya, menjelaskan bahwa pengendalian hama tikus akan berhasil apabila dilakukan secara serempak oleh seluruh petani dalam satu hamparan. "Hama tikus merupakan ancaman serius bagi tanaman padi. Karena itu, pengendalian harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Melalui praktik langsung ini, kami ingin petani memahami teknik yang benar sehingga dapat diterapkan secara mandiri di lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Poktan Pancer Tirto II, Suri, mengapresiasi semangat para anggota yang hadir mengikuti kegiatan hingga praktik selesai. "Kami berharap seluruh anggota dapat menerapkan hasil pelatihan ini di lahan masing-masing. Dengan kekompakan dan gotong royong, kami optimistis serangan hama tikus dapat ditekan sehingga hasil panen petani tetap terjaga," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Poktan Pancer Tirto II terus memperkuat kapasitas anggotanya dalam menghadapi ancaman organisme pengganggu tanaman. Sinergi antara petani dan penyuluh pertanian diharapkan mampu menciptakan sistem pengendalian hama yang efektif, menjaga ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Tempeh Tengah. (KIM Permata Abadi-Fandy).