Telur Asin BUMDes Srikandi Masuk Program MBG, 1.400 Butir Disalurkan Dukung Gizi Masyarakat
- Jan 13, 2026
- KIM PERMATA ABADI DESA TEMPEH TENGAH
- Ekonomi dan Sosial, Ketahanan Pangan
Tempeh Tengah, KIM — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Srikandi Desa Tempeh Tengah terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat. Pada Selasa (13/01/2026), produk telur asin hasil olahan BUMDes Srikandi resmi masuk dalam Program Makan Bergizi (MBG) dengan total penyaluran sebanyak 1.400 butir telur asin.
Telur asin tersebut merupakan hasil sinergi unit usaha ternak bebek BUMDes Srikandi yang dikelola secara berkelanjutan, kemudian diolah menjadi produk siap konsumsi bernilai gizi dan ekonomi. Keterlibatan BUMDes dalam program MBG ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan desa sekaligus peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Komisaris BUMDes Srikandi, Mohamad Mansyursah, menyampaikan bahwa masuknya telur asin ke dalam program MBG merupakan bukti bahwa produk desa mampu bersaing dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal jumlah telur yang disalurkan, tetapi tentang bagaimana potensi desa bisa diolah dan dimanfaatkan untuk mendukung program nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BUMDes Srikandi, Joyo Mulyo, menjelaskan bahwa penyaluran 1.400 butir telur asin ini merupakan hasil dari proses produksi yang terencana dan kolaboratif.
“Kami memastikan kualitas telur asin tetap terjaga, mulai dari ternak bebek, proses pengolahan, hingga pendistribusian. Harapannya, ke depan volume produksi bisa terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Program MBG yang melibatkan BUMDes Srikandi ini diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk desa serta mendorong kemandirian ekonomi lokal. Selain memberikan dampak ekonomi bagi pengelola BUMDes, kegiatan ini juga berkontribusi langsung pada pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok sasaran program.
Melalui langkah ini, BUMDes Srikandi Desa Tempeh Tengah semakin menegaskan perannya sebagai penggerak ekonomi desa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat (KIM Permata Abadi - Melinda)